Jumat, 21 September 2012

5 Akun Twitter Dari Indonesia Dengan Followers Terbanyak

Twitter memang fenomenal. Sejak kemunculannya pada tahun 2006 lalu, jejaring sosial buatan Jack Dorsey dkk ini tidak pernah kehilangan penggemar. Bahkan, jumlah usernya semakin bertambah saja setiap harinya. Sampai saat ini, kira-kira 11 akun twitter baru bermunculan setiap detiknya. ‘Demam twitter’ ini, tentu saja juga sampai ke Indonesia. Sebagai Negara yang mulai melek teknologi, masyarakat Indonesia ramai-ramai membuat twitter account. Pada tahun 2012 ini, Indonesia bahkan menempati posisi ke-6 dalam daftar 10 negara di dunia dengan pengguna twitter terbanyak. Dari sekian banyak pengguna twitter di Indonesia, siapa sajakah yang mempunyai follower dan penggemar paling banyak? Baca terus artikel ini untuk mengetahuinya. Uniknya.com telah merangkum 5 akun twitter milik orang Indonesia yang memiliki follower terbanyak, pada awal Maret 2012:


1. Sherina Munaf (@sherinamunaf) – 3.153.4415
Sebagai publik figur, Sherina Munaf bisa dibilang memiliki paket komplit. Cantik, cerdas, dan bersuara merdu. Itulah kira-kira gambaran tentang penyanyi berbakat yang satu ini. Maka tidak heran, jika Sherina mempunyai jutaan penggemar, termasuk di twitter. Akun twitternya, @sherinamunaf, diikuti oleh 3.153.4415 follower, dan jumlah itu terus bertambah setiap harinya. Sherina membagi banyak hal lewat akun twitternya. Misalnya, perkembangan terbaru tentang proyek-proyek musik yang sedang dikerjakannya, kegiatannya sehari-hari, sampai foto-foto pribadi.







Tidak hanya itu, twitter juga dimanfaatkan Sherina untuk berinteraksi dengan penggemarnya. Jika selebritas lain biasanya hanya memanfaatkan twitter untuk menyapa atau membalas sapaan dari penggemar saja, maka apa yang Sherina lakukan lebih dari itu. Ia melibatkan penggemarnya dalam pengerjaan sebuah lagu baru yang bertemakan Social Media. Sherina meminta para penggemarnya untuk mengirimkan file suara yang berhubungan dengan keriuhan media sosial. Suara tersebut bisa berupa apa saja, misalnya suara burung, truk, Adzan, cicak, tokek, jeritan, tangisan, suara orang mengunyah sushi, dan masih banyak lagi. Diperkirakan bahwa lagu ini akan jadi lagu yang sukses di pasaran, seperti single-single Sherina yang sebelumnya.

2. Agnes Monica (@agnezmo) – 3,058,384
Posisi kedua di daftar orang Indonesia dengan follower terbanyak di twitter ditempati oleh Agnes Monica. Sebagai artis yang konsisten meniti karir semenjak masih kanak-kanak, kiprah Agnes Monica di dunia hiburan sudah tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya terkenal di dalam negeri, Agnes kini sudah melebarkan sayapnya ke mancanegara. Dimulai dari perannya di sebuah drama Taiwan beberapa tahun lalu, kemudian duetnya bersama penyanyi dunia Michael Bolton, menjadi presenter dan bintang tamu di MTV Europe Music Awards 2011, sampai  masuk nominasi di American Nickelodeon Kids Choice Awards 2012 telah semakin menguatkan langkah Agnes untuk go international. Semua itu tidak dicapainya secara instan, butuh latihan dan kerja keras setiap hari untuk bisa berada di posisinya saat ini. Kegigihan Agnes Monica menginspirasi banyak orang, termasuk para penggemarnya. Lewat akun twitternya @agnezmo, Agnes juga sering menulis kata-kata penuh motivasi yang menggugah semangat. Akun twitter Agnes kini telah diikuti oleh lebih dari tiga juta orang.








3. Raditya Dika (@radityadika) – 2,155,899
Posisi ketiga tidak ditempati oleh artis atau penyanyi, melainkan seorang penulis muda dan stand-up comedian terkenal dari Indonesia, Raditya Dika. Novel pertamanya yang berjudul Kambing Jantan telah membawa Dika menjadi salah satu penulis bestseller di Indonesia. Predikat tersebut Ia pertahankan dengan terus memproduksi novel-novel laris yaitu Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, dan Marmut Merah Jambu. Novel pertamanya, Kambing Jantan, bahkan telah diadaptasi ke dalam bentuk komik dan film layar lebar yang dibintangi oleh Raditya Dika sendiri. Di jagat twitter, Raditya Dika bisa dibilang sebagai selebritas papan atas. Tulisan-tulisannya, mulai dari yang konyol sampai yang galau, selalu sukses menghibur para penggemarnya. Dika juga terkenal ramah di twitter. Ia sering berinteraksi dengan penggemarnya yang sebagian besar masih ABG (Anak Baru Gede), melalui akun twitternya @radityadika. Akun twitter tersebut kini sudah memiliki 2,155,899 follower.








4. Tweet Ramalan (@TweetRAMALAN) – 2,117,595
Teknologi sudah semakin maju, tetapi masyarakat Indonesia masih saja percaya dengan hal-hal klenik yang berbau ramalan. Hal itu terbukti dengan larisnya postingan-postingan akun ramalan di twitter. Salah satu yang asli Indonesia dan memiliki penggemar paling banyak adalah akun @TweetRAMALAN. Akun twitter yang satu ini mengkhususkan diri untuk memposting ramalan-ramalan seperti ramalan menurut tanggal lahir, hari lahir, zodiak, sampai berdasarkan inisial nama depan seseorang. Kebanyakan twit-nya digemari oleh anak ABG atau remaja tanggung yang memang menyukai hal-hal semacam ini. Entah benar-benar percaya atau hanya untuk iseng-iseng saja, yang jelas follower @TweetRAMALAN sampai awal bulan Maret 2012 sudah mencapai 2,117,595 orang.








5. Sule (@sule_prikitw) – 2.067.667
Semenjak rutin tampil di salah satu program komedi di sebuah stasiun televisi nasional, nama Sule kian meroket. Aktingnya yang lucu digemari oleh hampir semua kalangan. Mulai dari pejabat hingga rakyat biasa, mulai dari anak kecil sampai ibu-ibu. Jika seorang pelawak memiliki akun twitter, bisa dipastikan isi twit-nya pasti tidak jauh-jauh dari hal-hal yang berbau komedi. Begitu pula dengan akun twitter milik sule, yakni @sule_prikitw. Isi twit-nya kebanyakan bernada lawakan, yang sering Ia tulis dalam bahasa Sunda. Di antara kesibukan yang padat dan rutinitas yang menjemukan, twitter memang sering dianggap sebagai salah satu alternatif hiburan. Postingan yang banyak disukai, di antaranya adalah yang bisa mengundang senyum dan tawa. Hal itulah yang membuat akun twitter Sule mempunyai banyak penggemar. Pelawak yang laris manis di televisi ini mempunyai 2.067.667 penggemar yang mengikutinya di twitter.(**)
Sumber : www.uniknya.com

Sabtu, 01 September 2012

Cerpenku : Gelang Pembersih Bumi


Hania sedang berjalan kaki ketika sepulang sekolah. Dia memang tidak mempunyai kendaraan, sebab uang penghasilan kerja ayah dan ibunya tak cukup untuk membeli kendaraan. Namun, itu sama sekali tidak membuat Hania berputus asa. Walaupun tak menjadi anak terkaya di sekolahnya, tapi Hania menjadi anak terpintar di sekolahnya. Hebat, ya?
Hania suka sekali mengumpulkan plastik-plastik bekas yang ia temukan di jalanan. Dari plastik-plastik bekas itu, Hania menyulapnya menjadi gelang-gelang yang indah. Eitsss … Hania bukan menyulapnya, melainkan merangkai plastik-plastik bekas itu menjadi gelang-gelang yang cantik. Nanti, gelang-gelang itu akan Hania jual di sekolahnya. Terbukti, gelang buatan Hania laku keras di lingkungan sekolahnya.
Tujuan Hania hanya satu: membuat gelang-gelang dari plastik bekas untuk membersihkan bumi. Kini, bumi menjadi semakin kotor karena banyak sampah yang menghujani bumi. Maka dari itu, tekad Hania untuk membersihkan bumi sudah bulat. Seperti siang ini, nih ….
“Wah … banyak sekali plastik-plastik bekasnya! Aku ambil, ah!” gumam Hania senang. Baru kali ini, ia mendapatkan plastik-plastik bekas yang banyak.
“Kali ini, aku mau membuat gelang dengan tema apa, ya? Hmmm … aha! Tema polkadot saja!” ujar Hania sambil tersenyum pada dirinya sendiri.


Di rumah, Hania langsung merangkai plastik-plastik bekas itu menjadi gelang-gelang yang indah. Setelah selesai merangkai gelang-gelang tersebut, Hania mengambil cat-cat yang sudah tak terpakai di sudut-sudut rumahnya. Perlahan-lahan Hania mengecat gelangnya dengan rapi.
Usai itu, Hania mengeringkan gelang-gelang buatannya itu di halaman rumahnya. Kebetulan, cuaca hari ini panas. Jadi, hari ini tepat untuk mengeringkan gelang-gelang tersebut.
“Mudah-mudahan aja gelang-gelang ini cepat keringnya! Biar besok hari aku bisa menjualnya ke teman-teman!” kata Hania sambil tersenyum penuh harap.


“Alhamdulillah … akhirnya, gelang-gelangku kering juga!” teriak Hania gembira.
Setelah menunggu selama 3 jam lamanya, akhirnya gelang-gelang buatan Hania itu kering juga. Hania sudah terkantuk-kantuk menunggu gelangnya itu kering semua. Hehehe ….
Setelah gelangnya kering, Hania mulai mengemasi gelang-gelangnya itu dengan plastik. Lalu, diberi harga. Masing-masing gelang itu seharga lima ribu rupiah.
Tiba-tiba … TOK! TOK!
Pintu rumah Hania diketuk oleh seseorang. Dengan terburu-buru, Hania menyembunyikan gelang hasil karyanya di lemari bajunya.
Kreeek … Pintu rumah Hania yang sederhana itu dibuka oleh Hania. Rupanya, yang datang adalah ibu Hania. “Assalamu’alaikum, Nak.”
“Wa ‘alaikum salam, Bu … Ibu, kok, baru pulang?” tanya Hania.
“Iya, soalnya ibu baru pulang dari rumah majikan ibu,” ucap ibu. Keringat yang mengucur deras di dahinya, itu menandakan bahwa ibu sangat capek hari ini.
“Ya, sudah, Bu …. Ibu istirahat di kamar saja dulu. Nanti, Hania saja yang memasak makan malam,” ujar Hania sambil tersenyum manis.
Ibu mengangguk, lalu masuk ke kamarnya. Setelah itu, Hania membuat lagi gelang-gelang yang akan ia jual esok hari.
Pukul 6 sore telah tiba. Hania sedang memasak makan malam untuk dia, ibu, dan ayahnya. Makan malam pada hari itu sangatlah sederhana, yaitu sayur bayam, tempe, dan tahu goring. Sederhana, bukan?
Saat makan malam, ayah bertanya pada Hania, “Hania, berapa nilai ulanganmu hari ini?”
“Nilaiku sembilan puluh lima, Ayah,” jawab Hania jujur.
“Baguslah kalau begitu. Tingkatkan terus belajarmu, ya!” kata ayah sambil tersenyum. Hania hanya bisa mengangguk.


Keesokan harinya ….
“Han, aku beli ini, dong!”
“Haniaaa … aku beli ini!”
“Hania! Aku beli ini, ya?
Banyak sekali teriakan teman-teman Hania yang membeli barang dagangan Hania. Tentu saja, Hania jadi kewalahan. “Heeei! Satu-satu, ya, belinya!”
Akhirnya, teman-teman Hania membeli gelang buatan Hania dengan mengantre. Ya, A-N-T-R-E. Kalau tidak, Hania bisa-bisa kewalahan menghadapi teman-temannya itu.
Rupanya, kegiatan Hania itu diketahui oleh Bu Marina, kepala sekolah SD Anak Bangsa, tempat Hania bersekolah. Bu Marina berencana mengikutkan Hania pada Komunitas Pecinta Bumi! Wah, keren, ya?


“Hania, kamu dipanggil sama kepala sekolah, tuh!” kata Izza, sahabat Hania.
“Duh, aku salah apa, ya? Kok, sampai dipanggil sama Bu Marina?” gumam Hania takut-takut. Memang, baru kali ini Hania dipanggil oleh kepala sekolah.
Sesampainya di ruang kepala sekolah, Hania dipersilakan duduk oleh Bu Marina, sang kepala sekolah. “Hania …. Ibu mau bicara sesuatu sama kamu.”
“Apa itu, Bu?” tanya Hania bingung.
“Kamu mau saya ikutkan ke Komunitas Pecinta Bumi?” tawar Bu Marina.
“Komunitas Pecinta Bumi? Apa itu, Bu?” Hania sama sekali belum mengerti.
“Komunitas Pecinta Bumi adalah komunitas yang senang membersihkan bumi, menyayangi bumi, dan mencintai bumi. Kegiatannya adalah mengumpulkan sampah, dan  nantinya sampah itu akan didaur ulang. Seperti kegiatanmu tadi, yaitu membuat gelang pembersih bumi,” jelas Bu Marina sambil tersenyum.
“Jadi, Bu Marina sudah mengetahui kegiatanku selama ini?” tanya Hania. Bu Marina mengangguk.
Bagaimana, ya? Aku pengin banget ikut komunitas itu. Tapi, nanti daftar jadi anggota komunitas itu bayar, enggak, ya? Aku, kan, enggak punya uang, batin Hania.
“Hania … kamu mau ikut Komunitas Pecinta Bumi?” tanya Bu Marina, yang membuat lamunan Hania buyar.
“Eh? I … iya, Bu, saya mau ikut. Tapi, saya tidak punya uang untuk mendaftarnya,” kata Hania sedih.
“Membayar? Hania … mendaftarkan diri menjadi anggota komunitas itu tidak bayar! Apalagi, kamu ikut Komunitas Pecinta Bumi. Kalau kamu ikut komunitas itu, sama sekali tidak membayar apapun,” jelas Bu Marina.
“Oh, gitu, ya … Baiklah, Bu, saya mau ikut komunitas itu. Tapi, kapan saya harus mendaftarkan diri?” Hania bertanya sekali lagi.
“Sepulang sekolah, kamu ikut ibu ke tempat komunitas itu, ya. Ibu akan daftarkan kamu,” ujar Bu Marina sambil tersenyum. Hania mengangguk senang.
Setelah pamit untuk kembali ke kelas, Hania berkata dalam hati. Akhirnya, aku bisa ikut dalam Komunitas Pecinta Bumi! I like it!


Di bawah sinar matahari itu, Bu Marina dan Hania sedang dalam perjalanan ke tempat Komunitas Pecinta Bumi. Tiba-tiba, Bu Marina memberi tahu sesuatu kepada Hania. “Oh, iya, Hania … Dua hari lagi, Komunitas Pecinta Bumi akan mengadakan pameran barang-barang kesenian seperti gelang-gelang yang kamu buat. Bahan-bahan yang didaur ulang untuk pameran kesenian itu juga dari plastik bekas. Nanti, hasil kerajinan tanganmu akan dinilai seberapa bagus dan kreatifnya,” jelas Bu Marina panjang lebar.
“Oh, baiklah, Bu … akan saya lakukan dengan sebaik-baiknya!” tukas Hania sambil tersenyum. Di dalam senyum manisnya, Hania tampak amat bangga. Tentunya, ia senang dapat menjadi anggota Komunitas Pecinta Bumi. Akan tetapi, ia juga harus menjalankan amanah, dengan membawa nama baik sekolahnya! Kira-kira, Hania bisa, enggak, ya, jadi anggota terbaik komunitas dalam pameran kesenian nanti? Hmmm ….

 “Wow, ini bagus banget! Wonderful …!” puji salah satu pengunjung di pameran kesenian.
Yap, sekarang adalah waktunya di pameran kesenian! Hania sudah selesai membuat 25 gelang dalam waktu seminggu! Wow, hebat ya?
Motif pada gelang-gelang yang dibuat oleh Hania itu bermacam-macam. Ada yang motifnya polkadot, bunga, bintang, anime, sampai tulisan-tulisan yang keren banget! Banyak sekali yang mengunjungi tempat Hania. Kata para pengunjung, gelang-gelang buatan Hania itu kreatif … tif … tif! Hehehe ….
Para kakak-kakak juri dari pameran kesenian itu sudah menilai, siapa yang akan mendapatkan penghargaan sebagai ‘Anggota Terbaik Komunitas Pecinta Bumi’. Nanti siang, akan diumumkan siapa yang akan mendapatkan penghargaan itu. Tentunya, yang akan mendapatkan penghargaan itu anak yang sering kita dengar namanya? Tapi … siapa, ya?


 “Baiklah, saya akan mengumumkan siapa yang akan menerima penghargaan ‘Anggota Terbaik Komunitas Pecinta Bumi’. Karena anggotanya di sini perempuan semua, maka akan diberi gelar ‘Miss Pecinta Bumi’,” jelas Kak Fildza, pengurus Komunitas Pecinta Bumi.
Anggota komunitas sudah mulai geregetan menunggu hasil yang akan dibacakan. Hania juga seperti itu. Dia mulai tidak sabar menunggu hasilnya.
“Anggota terbaik Komunitas Pecinta Bumi adalah … HANIA AMANDA PUTRI! Selamat untuk Hania, Miss Pecinta Bumi!” teriak Kak Fildza.
YES! YES! Aku jadi pemenangnya! I’m champion …! teriak Hania dalam hati. Berkali-kali dia memanjatkan syukur kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.
Setelah menerima penghargaan dari para pengurus Komunitas Pecinta Bumi, tiba-tiba ibu dan ayah menghampiri Hania sambil tersenyum bangga. “Selamat, ya, Hania. Kami bangga sekali padamu.”
“Terima kasih, Bu. Terima kasih, Yah!” ucap Hania sambil menghambur ke pelukan orangtuanya. Oh, so sweet …

Rabu, 15 Agustus 2012

Mudik Lebaran ...!

Halohaaa! Gimana puasa kalian? Lancar, kan? Alhamdulillah ... aku juga lancar. Eh, bentar lagi, kan, mau lebaran tuh, kalian pada mudik ga? Aku mudik, lhooo #pamermodeon

Kalian ga mudik? Wah, sayang ya, padahal diwaktu mudik itulah kita bisa berkumpul bareng keluarga. Kita bisa makan-makan bareng, silaturrahmi ke rumah sodara, dll. Kenangan pas mudik itu mengesankan en banyak banget, deh. Duh, jadi pengin cepet-cepet mudik. -___-

Kalau temen-temen pada ga bisa mudik, so ... ga pa-palah. Atau mungkin, temen-temen semua ga bisa mudik karena kota yang kalian tempati sekarang adalah kampung kalian? Oh ... ga masalah. Yang penting, bisa merayakan lebaran bersama keluarga! ^^

Biasanya kalau lebaran, kalian semua pada masak apa nih? Aku, sih, biasanya masak ketupat + gulai ayam. Yummy! Eh, lagi pada puasa, kan? Duh, salah lagi, nih!

Oke, deh, segini aja postinganku kali ini. Soalnya, lagi capek berat nih. Bye ...

Jumat, 10 Agustus 2012

Shaun The Sheep ...!

Nah, kalian tahu tidak ? Siapa Tokoh-tokohnya ? 
bila tidak, dan anda ingin tahu, beruntung sekali, karena membaca artikel ini ..
Ini dia, Tokoh-tokohnya ..


Karakter utama


  • Shaun, pemimpin dari kawanan domba yang tinggal di sebuah perternakan. Shaun adalah domba pintar dan berteman baik dengan Bitzer.

  • Bitzer, anjing yang setia dengan peternak dan merupakan sahabat dari Shaun. Bitzer suka menolong Shaun untuk memecahkan masalah.

  • Shirley, salah satu domba yang paling senang makan. Oleh karena itu, Shirley merupakan domba yang paling besar dari kawanan domba yang dipimpin oleh Shaun.

  • Timmy, seekor bayi domba dan merupakan sepupu dari Shaun. Ibunya selalu ada untuk membuatnya tetap aman.

  • Ibu Timmy, selalu memakai rol di rambutnya dan agak ceroboh untuk menjalani tugas seorang ibu, bahkan sesekali menggunakan Timmy sebagai kuas cat. Namun ketika anaknya tersesat, dia dihibur sampai Timmy kembali dengan selamat dalam asuhannya. Dia juga bibi dari Shaun.

  • Kawanan Domba, merupakan sekawanan besar domba yang bahagia dan seperti keluarga: suka bermain dan membuat kerusakan bersama-sama, meskipun biasanya Shaun dan Bitzer yang mengakhiri kekacauan tersebut.

  • Peternak, salah satu tokoh kecil dalam serial ini. Dia menjalankan peternakan domba bersama Bitzer. Dia benar-benar tidak menyadari akan kecerdasan atau bahkan kebodohan domba-dombanya.

  • Kawanan Babi, 3 ekor babi yang selalu berusaha untuk memusuhi kawanan domba dan membuat mereka dalam kesulitan. Bagaimanapun, mereka takut dengan Bitzer serta pengganggu Shaun dan kawanan dombanya.

  • Pidsley, seekor kucing yang bermusuhan dengan Shaun, Bitzer dan kawanan domba pimpinan Shaun.
 Wah ,.. Kalau aku, lebih suka Ke Karakter 'Timmy'. Betapa tidak ? Dia begitu, lucu dan menggemaskan. Apa lagi, dengan 'Dot' nya.. Hihi .....
Kalau kalian, suka yang mana ?
Hihihi ........ Koment ya,, agar dapat saling berbagi ..!

Kamis, 09 Agustus 2012

Konferensi Anak Indonesia 2012



Siapa yang tahun kemarin sudah pernah mengirimkan karya tulis untuk Konferensi Anak Indonesia ?
Konferensi Anak Indonesia kembali akan digelar. Tahun ini, akan dibahas tentang keselamatan kita di jalan.Hmmm, mungkin, kamu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, naik sepeda, diantar naik becak, motor, atau mobil. bahkan, kamu pergi ke sekolah naik perahu atau menyeberangi sungai.
Ayo, ceritakanlah pengalamanmu tentang keselamatan di jalan saat pergi ke sekolah. 

Inilah tema tulisan yang bisa kamu pilih:
1. Bagaimana caramu pergi ke sekolah?
2. Kejadian tak terlupakan atau mendebarkan saat kami pergi ke sekolah

Kirimkan ke Panitia Konferensi Anak Indonesia 2012
Siapa tau kamu terpilih sebagai delegasi! 
Syarat-syaratnya: 

  • Calon delegasi saat ini adalah siswa siswi kelas 4,5,6 SD
  • Karya tulis adalah hasil pengalaman dan pengamatanmu di tempat tinggalmu. Karya tulis merupakan hasil karya sendiri (bukan dibuatkan oleh orang lain. 
  • Panjang tulisan 1-2 halaman folio. Boleh diketik dengan komputer, boleh dengan tulisan tangan. 
  • Karya tulis harus diketahui oleh Kepala Sekolah dan mendapatkan cap dari sekolah. 
  •  Karya tulis wajib disertai formulir Konferensi Anak Indonesia 2012 yang telah diisi lengkap. Formulir terdapat di Majalah Bobo edisi 15,16,17, 18 dan 19. 
  • Karya tulis wajib disertai pas foto terbaru, berwarna ukuran 4R
  • Karya tulis dikirim ke Panitia Konferensi Anak Indonesia 2012 - Redaksi Majalah Bobo, Gedung Gramedia Majalah, Lt. 4, Jl. Panjang No. 8 A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530. 
  • Batas akhir pengiriman karya tulis tanggal 7 September 2012
  • Delegasi terpilih akan diumumkan di Majalah Bobo edisi no. 27/ XI tanggal 11 Oktober 2012
  • Peserta yang karya tulisnya lolos seleksi , akan mengikuti seleksi wawancara melalui telepon. Juri akan memilih 36 delegasi Konferensi Anak Indonesia 2012. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Seluruh karya tulis yang masuk menjadi hak panitia dan tidak dikembalikan.
  • Akan dipilih 36 delegasi konferensi berdasarkan karya tulis yang masuk. Delegasi terpilih akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti Konferensi Anak Indonesia 2012 selama 6 hari pada tanggal 4-9 November 2012.
  • Biaya transportasi, akomodasi, dan uang saku ditanggung panitia Konferensi Anak Indonesia 2012
  • Setiap delegasi Konferensi Anak Indonesia tidak dipungut biaya apapun.
  • Apabila delegasi berhalangan hadir ke Jakarta, penghargaan yang diberikan tidak dapat diganti dengan uang. 

Info lebih lanjutnya bisa menghubungi Sekretariat Konferensi Anak Indonesia 2012. Telepon (021) 5330150, 5330170

Selasa, 07 Agustus 2012

LOMBA CERPEN INSPIRATIF UNTUK ANAK-ANAK

 Ketentuan Umum Lomba

  • Peserta tidak dikenakan biaya apapun (gratis).
  • Usia peserta maksimal 14 tahun.
  • Tema bebas tetapi Islami.
  • Cerpen diangkat berdasarkan peristiwa atau pengalaman nyata.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah cerpen.
  • Karya yang dikirim merupakan hasil karya sendiri, original, serta belum pernah dipublikasikan atau dilombakan sebelumnya.
  • Karya dikirim dalam bentuk hardcopy (1 eksemplar) ke Penerbit Pro-U Media, Jl. Jogokariyan 35 Yogyakarta (Pada amplop di tulis Lomba Cerpen Inspiratif).
  • Setiap cerpen disertai data diri peserta (Nama, TTL, Alamat, Nomor telepon atau handphone orangtua yang bisa di hubungi) dalam lembar terpisah dari naskah.
  • Batas maksimal pengiriman cerpen tanggal 15 Oktober 2012 Cap Pos.
  • Para pemenang akan diumumkan pada 26 November 2012 lewat website www.proumedia.co.id. Dan para pemenang juga akan dihubungi langsung oleh panitia.
  • Setiap karya yang dilombakan menjadi hak milik panitia.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Ketentuan Teknis
  • Cerpen yang diangkat dalam lomba berasal dari peristiwa atau pengalaman sendiri. Pengalaman yang dituliskan harus benar-benar kisah nyata; bukan rekayasa atau fiktif.
  • Penambahan imajinasi, fiksi atau ‘bumbu’ karangan pada peristiwa/pengalaman nyata/otentik diperkenankan, maksimal 20% dari keseluruhan cerpen.
  • Cerpen sebaiknya terdiri dari narasi (cerita) dan dialog (obrolan).
  • Naskah di ketik dalam format Ms Word Times New Roman 12, Spasi 1,5, kertas A4 3-10 halaman.

Hadiah:
Juara 1: Uang tunai 2.500.000, Paket buku senilai 500.000 dan tas laptop
Juara 2: Uang Tunai 1.500.000, Paket buku senilai 500.000 dan tas laptop
Juara 3: Uang Tunai 1.000.000, Paket buku senilai 500.000 dan tas laptop

Informasi: Eko 085729555000

Kamis, 26 Juli 2012

Sutradara Cilik


Kanita adalah seorang anak dari sutradara terkenal di negerinya. Banyak sekali film-film yang disutradarai oleh papa Kanita. Film-film yang disutradarai oleh apa Kanita juga disukai oleh semua orang di negerinya. Namun, Kanita tak pernah sekalipun menyukai film yang disutradarai oleh papanya.

Alasan Kanita tak menyukai film papanya, seperti pagi ini. Papa Kanita sudah membujuk Kanita untuk ikut ke lokasi tempat papanya bekerja. Akan tetapi, Kanita malah makin asyik bermain playstation.
“Kanita … ikut papa ke lokasi tempat papa bekerja, yuk! Udara di sana segar sekali, lho! Soalnya, lokasi tempat papa bekerja itu dekat dengan pegunungan. Kamu mau ikut?” bujuk papa.
“Enggak. Aku enggak mau ikut!” tolak Kanita.
“Kenapa kamu tidak mau ikut? Biasanya, kamu suka dengan keindahan alam seperti pegunungan. Mengapa sekarang tidak?” tanya Papa heran.
“Pokoknya, aku enggak mau ikut!” tolak Kanita sekali lagi.
“Baiklah … papa takkan memaksamu. Ya, sudah, papa berangkat dulu, ya …,” ujar papa sambil menghela napas.
“Eh? Aku ikut, deh, Pa! Aku takut sendirian, nih, di rumah!” kata Kanita tiba-tiba sambil nyengir. Papa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu.
Di perjalanan, Kanita masih asyik membaca majalah kesukaannya. Tiba-tiba, Kanita terbelalak melihat pemandangan tempat papanya bekerja menjadi sutradara. Pegunungan di sana tampak mempesona. Udara juga segar sekali. Hal ini membuat Kanita betah di tempat papanya bekerja.
“Pa …,” panggil Kanita pelan.
“Ya? Ada apa, Kanita?” tanya papa.
“Papa betah enggak kerja di sini?” tanya Kanita dengan amat hati-hati.
“Tentu saja! Oh … papa tahu, kamu mau jadi sutradara cilik, kan?” tebak papa sambil tersenyum.
“Eh? Enggak tahu, tuh, Pa. Ya, sudah, aku lihat-lihat pegunungan dulu, ya, Pa!” Kanita jadi gelagapan ketika keinginannya ditebak oleh papa. Sementara itu, papa hanya bisa tersenyum.
Udara di tempat papa bekerja memang lumayan dingin. Maka dari itu, Kanita memakai jaket pemberian papanya. Sejak Kanita berumur 8 tahun, Kanita sudah menyimpan jaket pemberian papa. Sampai sekarang, jaket itu masih terawat dengan baik.
“Hmmm … jadi sutradara cilik itu enak apa enggak, sih?” gumam Kanita. Dia bertanya pada dirinya sendiri. “Mungkin asyik!”
Tidak lama kemudian, Kanita mendatangi papanya dan berkata, “Pa, aku mau jadi sutradara cilik!”
“Baiklah … kamu ikut papa menyutradarai film ini, ya?” kata papa. Kanita pun mengangguk.
Sampai sekarang, Kanita tetap menjadi sutradara. Walaupun, tak menjadi sutradara cilik!